SULBARONLINE.COM, Mamuju — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, warga Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), harus pusing tujuh keliling. Bukan karena bersiap menyembelih hewan kurban, melainkan karena tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut tabung melon mendadak hilang dari pasaran.
Kelangkaan ini membuat warga panik dan berebut membeli gas. Karena stoknya sangat sedikit, harga elpiji melon di warung-warung eceran langsung melonjak drastis menjadi Rp35.000 sampai Rp40.000 per tabung, jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah.
Sumarni (42), ibu rumah tangga asal Kecamatan Simboro, Mamuju, tampak lesu berdiri di dekat tumpukan tabung kosong. Ia mengaku telah menghabiskan waktu berjam-jam sejak subuh untuk berburu elpiji di seputaran kota Mamuju.
“Saya sudah keliling ke lebih dari lima warung eceran di sekitar Simboro sampai Rimuku ini, semuanya kosong. Ini berputar lagi ke pangkalan, tapi katanya nunggu kiriman yang belum jelas kapan datangnya,” kata Sumarni kepada Sulbaronline.com, Selasa, 26 Mei 2026.
Bagi Sumarni, kelangkaan ini menjadi pukulan telak di tengah persiapan merayakan lebaran. “Besok kan mau dipakai buat merebus daging kurban dan bikin rendang, itu kan butuh waktu lama masaknya. Kalau gasnya tidak ada, besok kami sekeluarga tidak bisa makan apa-apa. Pemerintah ke mana, mau lebaran di Mamuju malah susah begini?” keluhnya.
Kelangkaan elpiji bersubsidi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seolah menjadi ritual tahunan yang gagal diantisipasi secara matang oleh pemerintah daerah dan PT Pertamina (Persero) Wilayah Sulbar. Secara historis, konsumsi gas dipastikan melonjak tajam jelang Idul Adha seiring meningkatnya aktivitas memasak rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner.
Respons Pertamina: Guyur Ratusan Ribu Tabung Tambahan
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya bergerak cepat dengan menambah pasokan BBM dan LPG 3 Kg di seluruh wilayah operasional Sulawesi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama libur panjang Idul Adha.
Khusus untuk LPG 3 Kg, Pertamina menyiapkan tambahan penyaluran fakultatif pada Rabu, 27 Mei 2026, sebanyak sekitar 406 ribu tabung, ditambah pasokan ekstra (extra dropping) sekitar 252 ribu tabung yang disalurkan secara bertahap.
Berikut adalah rincian penambahan pasokan LPG 3 Kg untuk masing-masing wilayah di Sulawesi:
- Sulawesi Selatan: Mendapat tambahan fakultatif sekitar 205 ribu tabung dan pasokan ekstra 135 ribu tabung.
- Sulawesi Utara: Mendapat tambahan fakultatif sekitar 65 ribu tabung dan pasokan ekstra 24 ribu tabung.
- Sulawesi Tenggara: Mendapat tambahan fakultatif sekitar 51 ribu tabung dan pasokan ekstra 22 ribu tabung.
- Sulawesi Tengah: Mendapat tambahan fakultatif sekitar 31 ribu tabung dan pasokan ekstra 43 ribu tabung.
- Sulawesi Barat: Mendapat tambahan fakultatif sekitar 26 ribu tabung dan pasokan ekstra 10 ribu tabung.
- Gorontalo: Mendapat tambahan fakultatif sekitar 26 ribu tabung dan pasokan ekstra 14 ribu tabung.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa penguatan stok ini merupakan langkah nyata untuk mengurai kelangkaan di lapangan.
“Pertamina terus melakukan monitoring distribusi dan penyaluran energi di seluruh wilayah Sulawesi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momentum Hari Raya Idul Adha. Penambahan pasokan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tren konsumsi di masing-masing daerah,” ujar Lilik melalui keterangan resminya.
(*/ad)












