SULBARONLINE.COM, Mateng — Gas Elpiji 3 Kilogram masih sulit didapatkan sebelum dan pasca lebaran di sejumlah wilayah di Mamuju Tengah (Mateng). Salah satunya di Desa Lara, Kecamatan Karossa.
Sejumlah warga di Desa ini mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg di toko-toko pengecer maupun agen terdekat.
Satia (75), warga Dusun Salubarana, Desa Lara, mengaku terpaksa memasak menggunakan kayu beberapa hari selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 hijriah karena kesulitan mendapatkan elpiji 3 Kg.
“Selama bulan puasa sangat sulit sekali dapat tabung 3 kg. Bahkan kita sampai ke Kota Karossa cari. Itupun harganya sangat mahal di pengecer mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu,” sebutnya.
Satia mengaku, baru dapat gas elpiji 3 kg dua hari setelah lebaran yang dipesan melalui anaknya di Kota Mamuju.
“Jadi saya pesan gas 3 kg ke anak saya yang tinggal di Kabupaten Mamuju. Baru tiba kemarin. Dikirim ke sini. Betapa sulitnya kita dapat tabung gas 3 Kg,” ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan Auliana (29), warga Kadundung, Desa Lara. Dirinya mengaku sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 Kg sebelum dan pasca lebaran ini.
Apalagi, kata Liana, dalam waktu dekat ini keluarganya akan menyelenggarakan pesta pernikahan, sehingga sangat membutuhkan gas elpiji 3 Kg.
“Padahal kami sangat butuhkan sekali. Sebab, pada tanggal 1 April 2026 ini adalah waktu acara nikahan saya. Tapi kami sangat kesulitan mendapatkan tabung elpiji 3 Kg. Semoga saja jelang acara nanti keluarga sudah dapat gas 3 kg,” harapnya.








