SULBARONLINE.COM, Mamuju — Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju mogok kerja, Senin (6/4/26).
Mereka mogok karena ketakutan setelah diancam salah seorang konsumen menggunakan parang, lantaran ditolak saat mengisi BBM jenis pertalite menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan plat mobil yang digunakan.
Humas dan penganggungjawab SPBU Belang-belang, Muhammad Farid Ma’ruf, membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, pelayanan pengisian BBM terpaksa dihentikan sejak pagi karena operator ketakutan dan memilih mogok sementara.
“Itu kejadian kemarin siang. Sopir mobil pick up mau mengisi BBM. Tapi ditolak oleh operator kami karena beda bakode dengan plat mobilnya. Akhirnya sopirnya marah dan mengancam mengeluarkan parang. Karena katanya di tempat lain bisa mengisi, tapi di SPBU Belang-belang tidak diberi,” ungkap Farid.
Menurutnya, kejadian itu juga sempat terekam CCTV milik SPBU sebagai bukti kuat agar segera dilaporkan ke pihak berwenang.
“Ada bukti CCTV nya. Nah, kejadian inilah yang bikin mogok kerja operator, dan meminta ke manajemen melaporkan persoalan ke polisi dan menyiapkan pengamanan di SPBU, karena mereka seringkali mendapatkan intimidasi,” jelasnya.
Akibatnya, lanjut Farid, pelayanan lumpuh total. Sehingga pihaknya akan segera menyampaikan laporan kepada pihak kepolisian.
“Memang di SPBU sudah sering ada pengancaman kepada operator. Karena itu, para operator ini meminta pelaku harus diamankan dulu. Dan tentu kami meminta kepolisian secepatnya mengamankan terduga pelaku,” harap Farid.






