Kadis Pendidikan Sulbar Komitmen Tuntaskan Anak Putus Sekolah

Advertorial727 Views

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat berupaya menuntaskan 48.100 orang anak tidak sekolah di daerah itu.

“Berdasarkan data yang dirilis BKKBN, terdapat 48.100 orang anak tidak sekolah di Sulbar. Kami berkomitmen segera menuntaskan anak tidak sekolah (ATS) itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Mithhar pada rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Majene, di Majene, Selasa 24 Februari 2024.

Pemerintah Kabupaten Majene berjanji bahwa konfirmasi anak tidak sekolah diselesaikan dalam waktu 40 hari, ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Tim Satgas ATS telah bekerja secara maraton menuntaskan anak tidak sekolah di Sulbar.

Dari hasil tersebut, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Majene berkomitmen mengentaskan anak tidak sekolah dengan melibatkan seluruh perangkat kecamatan hingga desa, melakukan rekonfirmasi data anak tidak sekolah.

“Kita berharap langkah bersama Pemerintah Kabupaten Majene terhadap masalah anak putus sekolah ini dapat segera terselesaikan,” katanya.

Dari program tersebut, Bupati Majene mendukung langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulbar.

“Bupati menyampaikan akan melakukan instruksi dan kontrol terhadap kinerja lurah dan kepala desa dalam hal penyelesaian anak putus sekolah agar masalah itu dapat terselesaikan,” jelas Mithhar.

Berdasarkan data, anak putus sekolah di Sulbar terbanyak di Kabupaten Polewali Mandar, yakni mencapai sekitar 17 ribu anak, kemudian di Kabupaten Mamuju sekitar 10 ribu anak dan di Kabupaten Majene sekitar delapan ribu anak.

Sedangkan, di Kabupaten Mamuju Tengah Pasangkayu serta Kabupaten Mamasa berkisar enam ribu anak.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar itu, dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Majene Ardiansyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas PMD Kabupaten Majene.

Rapat koordinasi tersebut kata Mithhar, sebagai bagian dari komitmen bersama menyelesaikan masalah anak tidak sekolah di Kabupaten Majene