SULBARONLINE.COM, Mamuju – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Mamuju fokus wisata bahari, konservasi dan penguatan identitas budaya lokal untuk daya tarik wisatawan di tahun 2026.
Kepala Disparbud Mamuju, Ariadi Ikhsan menyebut, fokus pengembangan potensi pariwisata tersebut kembali dikhususkan untuk potensi bawah laut Mamuju.
Terdapat dua potensi khusus keindahan bawah laut Mamuju, yakni Pulau Karampuang dan Kepulauan Balabalakang yang menjadi agenda kalender pariwisata tahun 2026 ini.
“Kekayaan bawah laut kita ini sangat bagus, ada terumbu karang karampuang, kemudian juga Balabalakang, upaya yang dilakukan pun untuk sektor ini, promosi olahraga seperti selam atau diving, dan snorkeling. Kami juga lakukan upaya edukasi alam lingkungan laut agar tetap terjaga,” jelasnya, Senin 9 Februari 2026.
Selain pengembangan dan promosi bawah laut, Disparbud Mamuju juga telah memusatkan perhatian pada desa wisata andalan. Potensi yang menjajikan ini yakni Desa Tommo, seperti upacara dan ritual keagamaan.
Sementara, fokus peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dilakukan dengan pemberian pelatihan bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku UMKM di kawasan pesisir.
Ada pula pelestarian situs-situs sejarah dan penyelenggaraan festival budaya rutin untuk memperkenalkan kearifan lokal Mandar ke kancah nasional. Selanjutnya, Optimalisasi platform digital untuk memudahkan akses informasi dan pemesanan bagi wisatawan melalui integrasi teknologi.
Hariadi berharap, kolaborasi pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dapat terjalin dengan baik. Utamanya indfrastruktur dan SDM.
“Sektor Pariwisata berfokus pada dampak ekonomi pada masyarakat lokal, tak hanya sekedar keindahan. Tetapi juga didukung oleh infrastruktur yang baik dan kita tetap optimis,” tutupnya.
(red/red)










