SULBARONLINE.COM, Mamuju – Kurir SPX Express Wilayah Mamuju HUB Simboro dan Kepulauan tidak profesional. Pasalnya paket yang telah ditunggu- tunggu oleh pemilik paket malah di reture ( dikembalikan) sepihak dengan mengabaikan konfirmasi dari pemilik paket.
Dari pengakuan pemilik paket Judistira yang juga pemilik media online potretrakyat com mengungkapkan, awalnya si kurir menghubungi pemilik paket melalui pesan singkat Whatsapp untuk konfirmasi pengantaran paket yang akan diantarkannya. Namun dikarenakan sang pemilik paket tidak berada di rumahnya, maka sang pemilik paket meminta agar si kurir untuk kembali mengantar paketnya pada besok hari atau dititipkan di kantornya untuk kemudian dijemput langsung oleh pemilik paket. Tak disangka dengan nada mengancam, si kurir meminta agar pemilik paket mentransfer uang sejumlah harga paket agar paket tersebut bisa diproses jika tidak maka paket tersebut akan di reture di hari itu juga.
“Awalnya pada hari minggu, (5/4/2026) sekitar pukul 14.32 Wita, seorang kurir SPX express menghubungi saya melalui pesan Whatsapp untuk mengkonfirmasi paket yang akan dia antarkan. Tapi karena saya berada di luar kota maka saya meminta dia untuk kembali besok atau dititipkan dikantornya, nanti saya jemput sendiri paketnya. Tiba- tiba dia WA lagi minta saya transfer uang paketnya nanti dia simpan paketnya, tapi karena saya ragu, takut nanti ditipu maka lnya saya sampaikan ke dia tidak bisa karena saya hanya pegang uang cash. Eeehhh… Dia malah mengancam saya dengan kata- kata ‘Ini paketta cuma 1kali pengantaran pak jdi klo nd di ambil hari ini ta retur i’,” kata Judistira mengeja kata-kata si kurir SPX itu.
Tak terima dengan ancaman si kurir, pemilik paket pun menelpon si kurir untuk menyakan maksud dari ancamannya itu, tapi bukannya mendapatkan penjelasan yang memuaskan, pemilik paket malah kembali diancam paketnya di reture.
“Setelah membaca pesan WA si kurir, saya langsung telepon dia dan bertanya apa maksudnya mengabaikan konfirmasi pelanggan, apalagi baru hari pertama pengantaran, sedangkan aturannya adalah 2 sampai 3 kali pengantaran gagal baru bisa di reture, kenapa baru 1 kali langsung mau direture barangnya. Tapi saya malah diancam, dia akan tetap reture barangnya kalau tidak transaksi sekarang juga,” lanjut pemilik paket dengan nada kesal.
Meski pemilik paket sudah berupaya menghubungi kenalannya yang juga bekerja di SPX Express agar bisa membantu dia menyelamatkan paketnya namun si kurir tetap melakukan reture paket dengan mengabaikan hasil konfirmasi.
“Saya sempat menghubingi teman yang kerja di SPX dan dia bilang, ok aman, paketta nanti di onhold dan besok bisa di antarkan kembali,” urai Judistira.
Keesokan harinya, pemilik paket tidak mendapat konfirmasi dari kurir SPX express terkait paketnya tersebut sehingga pada sore harinya ia mengambil inisiatif untuk mendatangi kantor SPX Express Mamuju HUB. Dan alangkah terkejutnya ia mendapatkan keterangan bahwa paketnya telah direture dan sudah tidak bisa ditarik kembali.
“Saya datangi kantornya dan bertanya soal paketku, ternyata sudah di reture oleh si kurir. Ini bukan masalah harga paketnya tapi ini soal betapa pentingnya paket itu bagi saya dan itu yang tidak dihargai oleh si kurir,” ucap Judistira kepada media.
Sementara itu, Shift Lead SPX Express Wilayah Mamuju HUB Simboro dan Kepulauan, Fahmi yang dikonfirmasi mengatakan memang seharusnya tidak di reture kalau baru hari pertama pengantara dan masih bisa di Onhold.
“Memang seharusnya belum direture pak, karena baru satu kali diantarkan dan ada konfirmasi dari pelanggan,” jelas Fahmi.
Akibat kejadian ini nama baik dan profesionalisme kurir SPX express pun dipertanyakan dan menjadi sorotan masyarakat. Ketika mendapat konfirmasi dari pemilik paket yang tidak dikenal.





