Gagal Antarkan Indonesia ke Olimpiade, Shin Tae Young Menangis di Ruang Ganti

Nasional, Olahraga112 Views

Nasional – Manajer Timnas Indonesia U-23 Sumardji menyebut Shin Tae Yong menangis setelah gagal meraih tiket tampil di Olimpiade 2024.

Dalam playoff Olimpiade 2024 melawan Guinea di lapangan latihan timnas Prancis, Clairefontaine, Kamis (9/5), Indonesia U-23 menyerah dengan skor 0-1 lewat tendangan penalti Ilaix Moriba.

Pada pertandingan itu Shin diganjar kartu merah. Pria 53 tahun ini diusir dari sisi lapangan karena protes keras atas keputusan wasit yang menghukum Indonesia tendangan penalti untuk kali kedua. Pada eksekusi tendangan 12 pas itu Algassime Bah gagal membobol gawang Ernando Ari.

Sumardji mengatakan, Shin menangis saat berada di ruang ganti. Lelaki asal Korea Selatan itu tak kuasa menahan haru setelah Indonesia gagal meraih tiket ke Olimpiade 2024.

Padahal, dibeberapa momen dan kesempatan STY kerap mengimbau para pemainnya agar tak menyesali hasil pertandingan, namun kali ini STY tak lagi mampu menyembunyikan kesedihannya.

“Terharunya ini betul-betul bekerja dengan keras seperti itu sehingga ya kita tahu kalau coach Shin sampai menetapkan air mata, menangis saya lihat baru itu,” kata Sumardji.

“Selama saya sama-sama dengan coach Shin baru itu [menangis]. Saya akhirnya terbawa suasana juga. Akhirnya ya mau bagaimana lagi. Memang begitu kondisinya,” ucapnya pada Sabtu (11/5).

Tak hanya Shin, Witan Sulaeman dan kawan-kawan juga menangis. Mereka semua bersedih karena gagal memenuhi harapan masyarakat, Indonesia tampil lagi di Olimpiade.

“Jadi kemarin itu boleh dikatakan sedih ya. Sedih banyak hal. Satu kesedihan itu, sedih karena wasit memimpin tidak fair play, yang kedua karena kita tidak bisa lolos Olimpiade,” ucap Sumardji.

Setibanya di Hotel Fairmont, Jakarta, pemain Indonesia U-23 otomatis dibubarkan. Para pemain dipersilakan melakukan kegiatan masing-masing secara bebas.

Namun, Sumardji mengatakan, ada beberapa pemain U-23 yang akan dipanggil ke Timnas Indonesia untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun nama-namanya enggan dibeberkan.

“Untuk beberapa pemain yang akan dipanggil Timnas senior tentu akan saya ajak bicara khusus. Yang khusus pemain U-23 akan dibawa ke senior, hal-hal yang kemarin terjadi di Piala Asia, tidak terjadi di senior,” katanya.