PERLAWANAN DUA PEJUANG

Nasional, Opini538 Views

(Belajar Jejak Bung Karno dan Bung Hatta Melawan Penjajah Israel)

Oleh: Furqan Mawardi (Dosen STIE Muhammadiyah Mamuju)

OPINI — Pendudukan dan penjajahan tanah Palestina oleh Israel sejak tahun 1948 hingga kini terus menjadi konflik. Perlawanan rakyat Palestina untuk mempertahankan negaranya terus mereka perjuangkan. Bagi rakyat Palestina pendudukan kaum Israel atas bangsa mereka merupakan sebuah bentuk penjajahan yang wajib untuk terus dilakukan perlawanan hingga menggapai kemerdekaan.

Bagi bangsa Indonesia penjajahan merupakan sebuah prilaku biadab yang wajib untuk dilenyapkan dari muka bumi ini. Karena penjajahan merupakan sebuah bentuk penindasan yang menghilangkan hak dasar hidup setiap orang untuk merasakan kemerdekaan. Untuk itu bunyi Undang-undang Dasar negara kita begitu tegas menyatakan bahwa segala bentuk penjajahan dibuka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

Israel yang dimotori oleh zionis Yahudi merupakan penjajah yang hingga kini terus menduduki wilayah dan membuat sengsara rakyat bangsa Palestina. Seruan disertai kecaman yang disampaikan dari berbagai negara di seluruh dunia untuk menghentikan kebiadabannya hanya dijadikan angin berlalu yang tidak pernah mereka hiraukan. Para serdadu zionis Israel yang tanpa hati nurani dan tanpa henti terus menembaki dan membunuh secara sadis para warga Palestina. Seperti yang terbaru kita saksikan di beberapa media terkait penembakan jamaah masjid Al Aqsha yang sedang melaksanakan sholat taraweh pada akhir Ramadhan lalu.

Belajar dari dua Tokoh

Perlawanan bangsa Indonesia terhadap pembelaan kemerdekaan Palestina sejak awal telah di lakukan oleh para tokoh-tokoh bangsa. Soekarno dan Hatta telah memberikan contoh nyata serta teladan, bagaimana sikap dalam menantang segala bentuk pejajahan dan penindasan yang dilakukan oleh Israel. Sikap heroik kedua tokoh bangsa tersebut tentu perlu digali kembali supaya dapat menjadi pelajaran bagi para generasi penerus selanjutnya. Sikap para kedua tokoh bangsa tersebut diantaranya adalah :

Bung Karno, Presiden pertama Indonesia merupakan tokoh bangsa yang sangat tegas dalam menolak segala bentuk hubungan dengan Israel. Bahkan hingga akhir hayatnya bung Karno tidak pernah mengakui berdirinya Israel sebagai sebuah negara yang telah merampas tanah rakyat Palestina sejak tahun 14 Mei 1948.
Terkait penolakan Soekarno terhadap eksistensi Israel sebagai sebuah negara terekam pada baberapa kejadian dan tercatat dalam sejarah, diantaranya adalah :

Pertama, Tidak mengundang Israel pada konferensi Asia Afrika

Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dimotori Oleh Presiden Soekarno pada April tahun 1955 yang di adakan di gedung Merdeka Bandung, merupakan sebuah acara Akbar yang mempertemukan para pemimpin negara dari dua benua. Sebanyak 29 perwakilan dari negera negara di benua Asia dan Afrika hadir di acara tersebut . Konferensi yang menjadi pemersatu negara-negara yang menjadi sasaran penjajahan di Asia dan Afrika, mereka menggalang kerja sama dan sepakat menentang kolonialisme di tengah dunia yang terbagi dua kubu, yakni Timur dan Barat.
Namun Israel merupakan negara yang tidak diundang oleh Soekarno, meskipun beberapa negara ikut memberi saran agar supaya Israel tetap diikutkan. Namun bagi Soekarno Israel merupakan penjajah bagi negara Palestina dan tentu hal tersebut bertentangan dengan spirit dan tujuan konferensi. Akhirnya KAA berlangsung hingga selesai tanpa keikutsertaan Israel akibat sikap tegas Bung Karno menghadapi prilaku kaum penjajah.

Kedua, Menolak bertanding sepak Bola dengan Israel

Sebenarnya pada tahun 1957 tim sepak bola nasional Indonesia sudah berhasil lolos pertandingan tingkat Asia dan hanya butuh bertanding melawan Israel untuk dapat lolos ke Piala Dunia 1958 yang dilaksanakan di Swedia.

Namun untuk lolos, yang akan dilawan bertanding adalah Israel, Kedua tim harus bertanding tandang dan kandang, di Jakarta dan Tel aviv. Mengetahui hal tersebut, presiden Soekarno dengan tegas melarang tim untuk bertanding dan lebih memutuskan mundur dari pertandingan. Bagi Bung Karno melawan bertanding dengan Israel berarti telah memberi pengakuan bagi mereka sebagai sebuah negara. Akibat keputusan tersebut akhirnya tim sepak bola harus rela pelepaskan kesempatan emas untuk dapat masuk ke piala dunia dan lebih memilih memberikan dukungan kepada Palestina untuk terus melawan penjajahan.

Ketiga, Tidak Memberikan Visa kepada kontingen Israel

Pada tanggal 24 Agustus hingga 4 September tahun 1962, Asian Gemes IV berlangsung dan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Atas perintah Soekarno, para atlet perwakilan Israel tidak diberikan visa. Sebagai alasan karena Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik.

Namun dibalik hal tersebut tidak lepas dari posisi Israel yang masih terus melakukan penjajahan bagi rakyat dan bangsa Palestina, yang tentu hal tersebut merupakan bentuk imprealisme yang jauh dari spirit dan tujuan daripada Asian games. Bahkan dengan tegas bung Karno memberi statemen“..Untuk Israel, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”.

Bung Hatta, beliau merupakan tokoh bangsa yang juga sangat tegas penolakan dan perlawanannya terhadap segala bentuk penjajahan dan imprealisme yang dilakukan oleh Israel. Pada tahun 1949, bangsa Indonesia dalam situasi yang betul-betul memperoleh kedaulatannya sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.

Hal tersebut menjadikan negara-negara seluruh dunia ikut memberikan pengakuan atas kemerdekaan penuh yang telah di peroleh. Tidak ketinggalan Israel turut memberikan dukungan dan pengakuan. Namun oleh bung Hatta pengakuan Israel hanya dibalas dengan tanggapan dingin dan tanpa adanya keinginan maupun penawaran hubungan diplomatik. Hal tersebut berbeda dengan beberapa negara-negara lain yang langsung melakukan kesepakatan hubungan diplomatik antar negara.

Demikian juga ketika Israel berencana mengirimkan misi perdamaian ke Indoensia, Bung Hatta langsung menolak dengan tegas atas rencana tersebut. Bentuk penolakan disampaikan Hatta dalam sebuah surat balasan yang dikirimkannya kepada perdana mentri Moshe Sharett pada Mei 1950.

Prilaku yang ditujukkan oleh kedua tokoh bangsa Soekarno dan Hatta terhadap ketegasan mereka terhadap Zionis Israel merupakan sikap konsisten mereka terhadap penolakan akan penindasan dan penjajahan. Mereka sadar bahwa penjajahan hanya akan membawa kepada kesengsaraan dan kebinasaan. Demikian pula sebaliknya bahwa dengan kemerdekaan akan memberikan harapan kehidupan yang lebih baik serta kemajuan yang mencerahkan .

Semoga sikap kedua tokoh tersebut senangtiasa terpatri dalam setiap sanubari anak bangsa di dalam melawan segala bentuk penjajahan dan penindasan. Sehingga selalu ada gerakan melakukan perlawanan sesuai dengan kemampuan serta kapasitasnya masing-masing.

13 comments

  1. saya setuju terhadap dua pandangan tersebut,dengan sikap ketegasannya merupakan sikap konsistem mereka terhadap penolakan pinindasan,penjajahan terhadap dua negara.

  2. menurut saya yang kita perlukan hanya sedikit akal dan nurani untuk bisa mengerti apa yang terjadi dgn saudara kita di tanah Palestina dan sebaiknya kita menerpakan sikap yg telah dilakukan oleh bung hatta dan soekarno agar prilaku biadab yang dilenyapkan dari muka bumi ini

  3. termakasih atas kedua tokoh yang telah menjadi contoh dan teladan kepada kami. kedua tokoh tersebut mengajarkan kita bagaimana kita sebagai anak bangsa ikut serta dalam membela Negara dan melawan segala bentuk penjajahan .

  4. Soekarno dan Hatta sudah melakukan keputusan yang tepat dengan menolak berhubungan dengan Israel. Israel memang tidak pantas untuk diadakan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Negara yang tidak berkeprimanusian seperti Israel harusnya dihapuskan oleh dunia.

  5. keteladannya sebaigai bapak bangsa haruslah di contoh oleh anak muda,dari sosok bung hatta bung karno yang bisa kita tiru demokratis,menjunjung tinggi nasianalisme,pekerja keras,tidak menfaatkan jabatan

  6. 1. Bangsa Indonesia sbgai situasi yg btul btul memperoleh kedaulatannya sbgai sebuah negara yang mrdeka

  7. Dari artikel diatas saya dapat menyimpulkan bahwa statement dalam suatu landasan yang dari dulu Indonesia pertahankan hingga sekarang adalah sebuah bentuk kebenaran dan mempertahankan jiwa kemanusiaan yang tinggi sehingga patut untuk dicontoh negara lain yang penduduk notabenenya adalah negara Islam

  8. Masalah pada Palestina ini bukan hanya tentang agama atau muslim ini merupakan tentang kemanusiaan,jadi siapapun berhak menyuarakan/membela Palestina karena ini masalah saudara(i) kami yg ada disana,seperti gerakan yang dilakukan oleh Soekarno dan Hatta.

  9. Palestina merupakan salah satu negara yang sampai saat ini masih menerima penjajahan yang sadis dari Israel. Penindasan yang dilakukan Israel merupakan penindasan yang tanpa memikirkan hati nurani serta tak memiliki rasa belas kasihan.
    Tokoh pahlawan Indonesia Soekarno & Hatta merupakan tokoh yang memberikan contoh yang patut untuk ditiru sampai saat ini karena mereka tidak memberikan atau kesempatan bagi Israel untuk berdamai. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sendiri mendukung kemerdekaan bagi rakyat Palestina melawan penjajahan Israel.
    Perlawanan tokoh pada zaman dulu, menunjukkan bentuk perlawanan kepada Israel tanpa persenjataan, tetapi dengan menggunakan sikap untuk tidak berteman atau tidak bersekutu dengan Israel demi kemerdekaan rakyat Palestina.

  10. Sangat setuju dengan tulisan bapak diatas, kita sebagai masyarakat indonesia harus mengikuti jejak bung karno dan bung hatta dalam melawan penjajah israel, karna bagaimana pun masyarakat palestina adalah saudara sesama muslim kita yang tidak berhak ditindas dan di jajah oleh israel, kira harus ikut serta melawan israel dan memberi dukungan dan bantuan untuk saudara kita di palestina.

  11. Menurut saya setiap penjajahan yg dilakukan oleh bangsa mana pun itu sangat tidak mencerminkan sikap kemanusiaan yang baik karena dimana penjajahan yang di lakukan itu akan membuat masalah yang sangat besar dan dapat menimbulkan kekacauan antara bangsa dan negara dan sebagai penjajah Israel pun menyadari bahwa penjajahan yang mereka lakukan akan menyebabkan malapetaka yang sangat besar akan tetapi mereka menyadari dengan kemerdekaan bangsa mereka akan hidup sejahtera dan mungkin akan lebih baik lagi.
    Dan setiap bangsa pasti akan mempertahankan dan memperjuangkan milik dan hak mereka

  12. Disini kita tahu bahwa perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta sangat berpengaruh untuk Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta telah memberikan contoh teladan, memberikan semangat dalam penolakan dan perlawanan yang di berikan oleh penjajahan Israel dan 2 tokoh ini telah memberikan kita kehidupan yang lebih baik.

Comments are closed.