by

Tokoh Pendidikan Sulbar Sebut Indikator Keberhasilan Habsi-Irwan Selama 4,8 Tahun

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Tokoh pendidikan Sulawesi Barat, Amran HB mengungkap sejumlah indikator keberhasilan Habsi-Irwan selama satu periode yang dinilai layak kembali menjadi Bupati dan wakil Bupati di daerah ini.

Tak tagung-tangung kata Amran pembangunan jalan selama memimpin 4,8 tahun, tadinya sekira 117 Kilometer menjadi 337 Kilometer. Menurut Amran jumlah ini memantaskan keduanya di pilih kembali di Pilbup Mamuju 2020.

“Ini 2 kali lipat, mana dikatakan tidak bagus ? tentu tidak mungkin dijangkau semua, maka inilah yang kita lanjutkan,”ungkap Amran yang juga tim Pemenangan Habsi-irwan, dalam kampaye terbatas, di ingkungan Tima, kelurahan Mamuju, Rabu (28/10/20).

Mantan dewan pendidikan Provinsi Sulawesi Barat ini menuturkan, indikator lain yakni sektor pendidikan, di mana tahun 2016 meninggalkan sejumlah persoalan pendidikan kepemimpinan sebelumnya kurun waktu 10 tahun, utamanya sekolah terhitung hanya dua mendapat akreditasi A dari Badan akreditasi nasional, yakni SD 1 Mamuju dan SMP 2 Tommo.

Ia menyebutkan, jumlah keseluruhan sekolah di Kabupaten Mamuju sebanyak 378, Amran mengatakan persoalan pendidikan menjadi program unggulan di periode kedua, hal ini tentu menjadi tolak ukur prospek pendidikan dianggap sangat urjen.

“Sekarang 26 sekolah yang terakreditas A di Mamuju, ada 123 terakreditasi B, tanggungjawab keduanya ini tersisa 77 sekolah, ini akan ditutaskan keduanya,”ungkapnya.

Diawal masa menjabat keduanya dari Bupati sebelumnya meninggalkan sejumlah persoalan, terhitung sekira 12 ribu anak yang putus sekolah dan tidak bersekolah.

“Empat tahun delapan bulan, delapan ribu sudah dikembalikan ke bangku sekolah, di beri baju sekolah dan tas, apakah ini bukan kebaikan ?,”tegasnya.

Amran berpesan, indikator kebersahilan ini harus berlanjut tidak boleh dibiarkan beralih sebab cita-cita kualitas pendidikan sudah lebih baik di tangan Habsi Wahid dan Irwan Satya Putra Pababari.

“Diumpakan perahu, kita ini adalah penumpang, sopirnya adalah pak Habsi dan pak Irwan, jalannya perahu sudah bagus, sudah tenang sudah mau sampai kepada cita-cita, pendidikan kita sudah bagus, dan infrastruktur sudah mulai dibenahi, tiba- di tengah jalan ada yang ingin mengambil, namun kita tidak tahu keahlian mengemudinya, relakah kita ?,”tanya Amran kepada puluhan massa dalam kampaye itu.(adr). 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed