by

Anggota DPRD Sulbar Sosialisasi Tanaman Porang di Desa Kasoloang

SULBARONLINE.COM, PASANGKAYU—Anggota DPRD Sulbar yang juga Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Rayu,  menggelar sosialisasi pengenalan tanaman porang dan manfaatnya di Dusun Binoli, Desa Kasoloang. Minggu (26/7/2020).

Sosialisasi ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Kasoloang Kecamatan .Bambaira, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Inf Kadir Tangdiesak di dampingi Danramil 1427-02/Randomayang Kapten Inf. Ismail dan Babinsa Kasoloang Serda Amiruddin.

Politisi dari PDIP ini menjelaskan tentang tekhnik penanaman, perawatan, pengembangan dan manfaat tanaman porang dimana jenis umbi- umbian yang juga di kenal dengan iles- iles itu. Tanaman Porang termasuk speseis amorphophallus mulelleri yang juga bisa di gunakan untuk cosmetik, tepung Porang, hingga di buat lem.

“tanaman Porang dapat di tanam dengan tumpang sari, karena Porang adalah tanaman toleran yang dapat tumbuh di jenis tanah apa saja. Dari segi penjualan ternyata Porang menjadi incaran negara- negara lain dan saat ini Porang di ekxpor hinga jepang dan china,”kata Rayu.

Menurutnya lagi, Tanaman porang sudah menjadi primadona karena harga umbinya yang terus melejit dan diyakini mampu memberikan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengajak kepada masyarakat agar dapat memulai menanam tanaman porang mulai dari sekarang. saya undang kita semua di kebun saya ini agar Bapak yakin dan percaya bahwa tanaman ini sangat menjanjikan kalau menanam porang sama dengan menanam emas. Bisa ditanam perindividu maupun di kelola secara bersama-sama,”terang Rayu.

Ditempat yang sama, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Inf.Kadir Tangdiesak, mengatakan bahwa, budidaya tanaman Porang ini sudah menjadi program TNI dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat dan hal ini harus disosialisasikan kepada masyarakat.

“untuk di kabupaten Pasangkayu sendiri sudah ada yang membudidayakan jenis tanaman Porang, namun pengadaan bibitnya yang masih sulit didapatkan oleh masyarakat sampai saat ini, sehingga masyarakat Pasangkayu masih sebagian yang membudidayakan tanaman ini,”kata Letkol Inf Kadir.(**/Advetorial)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed