by

Teleconfrence Dengan Gubernur, Sekda Mateng Sampaikan Kekurangan APD

SULBARONLINE.COM, MATENG–Teleconference dengan Gubernur Sulbar, Bupati se Sulbar dan Forkopimda, secara khusus Sekkab Mateng, H. Askary Anwar menyampaikan laporan terkait penanganan Virus Corona (Covid 19), di Bumi Lalla Tasisara, Senin. (13/4/2020).

“Jumlah ODP kami meningkat menjadi 122 orang, PDP 3 dan kemarin positif 1 orang pertanggal 9 April, setelah keluar hasil swab dari provinsi maka pada saat itu kami langsung menetapkan status daerah dari status siaga bencana menjadi tanggap bencana,” ujar Askary.

Setelah tanggap bencana tersebut lanjut Askary, ditetapkan dalam putusan bupati tanggal 9 April, maka semua tim dalam gugus tugas Covid-19 bergerak secara cepat yakni melakukan pemetaan atau mapping terhadap wilayah yang diduga lokal transmisi di daerah Kabupaten Mateng.

“Dan pada saat itu kita membangun posko yakni 3 posko diwilayah desa yang kita anggap menjadi lokal transmisi penyebab kematian satu positif Covid-19 dari Kabupaten Mateng,” kata Askary.

“Yang menjadi permasalahan kami di Mateng adalah kami masih menggunakan peralatan yang masih sangat minim, mulai dari APD yang masih sangat terbatas, kami sudah melakukan order tapi sampai sekarang belum sampai-sampai, bantuan dari provinsi yakni Rapid Tes sejumlah 520, ini yang kami jadikan alat sebagai tracking terhadap semua ODP dan potensi-potensi yang bisa mengarah ke Covid 19 yang ada di Mateng, tetapi itu masih sangat terbatas,” bebernya.

Pihaknya menyadari bahwa Mamuju Tengah menjadi zona merah, sehingga potensi penularan Covid 19 menjadi sangat besar, untuk itu kiranya dapat dibantu alat-alat kesehatan seperti APD. Sementara masker sudah dibagikan kesebagian masyarakat, begitupun didesa-desa. Semua posko sudah diupayakan untuk melakukan penertiban dan edukasi kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker didaerah-daerah terbuka di wilayah Kabupaten Mateng.

“Kami punya Rumah Sakit di Mateng itu masih sangat terbatas dari segi Sumber Daya Manusianya, dalam artian kami tidak memiliki Dokter Spesialis penyakit dalam maupun penyakit paru, sehingga ketika kami mendapatkan masyarakat kami menjadi PDP, maka kami langsung merujuk ke RS Regional,” ungkapnya.

“Untuk wilayah Pontanakayyang, kami melakukan berbagai upaya pendekatan secara persuasif dibantu teman-teman dari TNI, Polri untuk melakukan edukasi dan sosialisasi bahwa yang kita lakukan adalah melakukan pencegahan dan memberikan layanan apabila ada hal-hal yang ingin atau yang jadi masalah bagi masyarakat yang ada diwilayah Desa Pontanakayyang tersebut, sekaligus melakukan tracking,” sambungnya.

Askary menjelasakan, masyarakat yang ada di daerah Pontanakayyang yang dibutuhkan saat ini adalah Vitamin. Dan Alhamdulillah, kemarin sudah didrop vitamin sebanyak 1.000 tablet untuk dikonsumsi di Desa Pontanakayyang. (SN/wan/msd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed