by

Irwan Pababari: Sejatinya Pemimpin Adalah Membawa Dirinya Sendiri

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Bakal calon Wakil Bupati Mamuju, H. Irwan Satya Putra Pababari berorasi di hadapan ribuan relawan Habsi-Irwan dalam gelaran apel akbar, Senin (24/02/2020) di lapangan Ahmad Kirang, Mamuju.

Dalam kesempatan itu, Irwan menyampaikan orasi terkait pemimpin dan kepemimpinan. Kata Wakil Bupati Mamuju ini, pemimpin harus mengenal rakyatnya, mampu menyusun agenda pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemimpin itu harus mampu memproyeksi daerah ini sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya. Pemimpin adalah orang yang mampu mengayomi seluruh masyarakatnya, mampu memahami seluruh daerahnya,” ucap Irwan.

Menurut Irwan, tidak mudah menjadi seorang pemimpin. Harus ada nilai-nilai kepantasan dalam diri, baik dari segi akademik maupun pengalaman. Bukan karena faktor genetik, dan tidak dilihat dari suku dan agama apapun.

“Sejatinya pemimpin adalah membawa dirinya sendiri. Harus punya kapasitas, punya nilai-nilai kepantasan, punya proyeksi masa depan, bagaimana membawa sekian banyak rakyat menuju pada titik kesejahteraan. Pemimpin, maaf, tidak dilihat dia keturunan siapa, tidak dilihat dia anak siapa, tidak dilihat dari mana, tidak dilihat dari Agama apa, suku apa, tetapi pemimpin sejati adalah mampu membawa masyarakatnya, membawa daerahnya jauh lebih baik ke depan,” jelas Irwan.

Irwan yang juga Ketua DPW Partai Hanura Sulawesi Barat itu juga merespon sejumlah informasi yang menyudutkan dirinya dengan Habsi Wahid. Termasuk menanggapi adanya sejumlah orang yang membanding-bandingkan kepemimpinan Habsi-Irwan dengan pemimpin Mamuju sebelumnya.

“Kami bersama Pak Habsi kurang lebih 4 Tahun menjalani pemerintahan. Ada beberapa informasi yang digelindingkan di luar. Orang-orang mencacimaki kami, orang-orang menghasut kami, orang-orang membandingkan kami. Mereka
membandingkan kami dengan para pemimpin terdahulu,” kata Irwan.

Hal ini, lanjut dia, dinilai sebagai upaya untuk menyesatkan logika publik. Mestinya, dalam membandingkan bakal calon di Pilkada Mamuju, harus head to head atau aple to aple.

“Ada perbuatan yang dilakukan untuk menyesatkan logika yang ada di tengah-
tengah masyarakat. Ada penyesatan yang dilakukan orang-orang tertentu.
Mereka membandingkan kami dengan pemimpin sebelumnya. Tidak etis membandingkan Pemimpin yang 10 Tahun dengan yang baru 4 Tahun
pemimpin. Kalau ini terkait kandidat Pilkada, maka membandingkan itu harus aple to aple, durian dengan durian, mangga dengan mangga. Jangan durian dengan Mangga,” tegasnya.

‘Tetepi kami tidak mau dibandingkan dengan pemimpin masa lalu. Kami
menghargai pemimpin masa lalu, kami menghormati pemimpin masa lalu.
Kalau anda jantan bawa diri anda sendiri, jangan bawa-bawa orang tua. Sayapun hadir di sini tidak mengatakan bahwa ini adalah Bapa saya. Begitupun
Pak Habsi Wahid,” sambungnya.

Terkait apel akbar relawan, Irwan merasa bangga. Dia mengaku relawan ini adalah gelombang besar perubahan untuk memenangkan Pilkada Mamuju 23 September 2020 mendatang.

“Olehnya, ajak semua adik kakak kita, Ibu dan bapak, sepupu, keluarga dan
tetangga kita yang ada di kampung, ajak mereka masuk dalam gelombang
besar ini, sebagai bagian dari kemenangan ini. Karena kita akan bikin sejarah berikutnya. Karena yang bergerak adalah para relawan-relawan istimewa,” ujar Irwan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed