by

Bupati Mamuju dan Kapolda Maluku Resmikan Rumah Tahfidz

SULBARONLINE.COM, MAMUJU—Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid bersama Wakil Bupati Irwan SP Pababari, serta Kapolda Maluku Irjen (Pol) Baharuddin Djafar meresmikan pondok tahfiz Alquran, Selasa (18/2).

Pondok yang diharapkan dapat melahirkan banyak penghafal Alquran di Mamuju itu, dibangun di Anjoro Pitu, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat.

Syukuran atas kenaikan pangkat Irjen Pol Baharuddin Djafar juga menjadi rangkaian acara tersebut. Dalam sambutan Habsi menyampaikan syukur karena akan meresmikan sebuah tempat.

“Tadi ustad menyampaikan, jika kita ingin menyiapkan generasi penerus yang baik, makan tempat sesungguhnya adalah ini, (Pondok Tahfiz. Pondok ini akan melahirkan generasi qurani masa-masa yang akan datang. Ini yang patut disyukuri,” jelasnya.

Sehingga demikian, kata dia dari seluruh elemen yang bisa memberikan pikiran-pikiran dalam rangka pelaksanaan pengelolaan Pondok, mohon untuk kerjasamanya. Dan Insya Allah di Rumah Tahfiz inilah juga akan menanti kembali Baharuddin Djafar.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mamuju Habsi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baharuddin Djafar selama menjabat Kapolda Sulbar.

“Betapa besar pengorbanan beliau (Baharuddin), betapa besar apa yang telah disumbangkan kepada daerah. Kalau bicara tentang tugas pokok, Saya kira selama ini kita aman-aman saja di Sulbar dan seluruh aktivitas yang kita lakukan,” sambungnya.

Menurunnya, tentu tidak salah Allah menurunkan atau menunjuk hambanya untuk memimpin di Sulbar. Belum lagi bicara dari aspek sosial kemasyarakatan. Beliau telah menaburkan benih-benih kebaikan kepada semua.

“Salah satu metode pemimpinan yang perlu dicontoh. Apa yang telah diperlihatkan, apa yang telah dipertontonkan, beliau selama di Sulbar. Seseorang yang sederhana, tanpa menganggap diri sebagai pemimpin. Kami akan memasukkan dalam memori pada diri saya,” tegas Habsi.

Kapolda Maluku sejak setahun lalu. Sebenarnya sudah membisik ke Bupati Mamuju. “Saya dengar saya mau dipindah. Itu bukan satu kali dan berkali-kali. Setiap nama saya dibicarakan di Jakarta, saya sudah pesan sama Pak Bupati, saya hanya minta satu. Pada saat saya pergi nanti, Pak Bupati adakan acara yang menghadirkan orang-orang yang sering salat subuh berjamaah dengan kita.”

“Kedua alim ulama, alim ulama ini kita tidak bisa jadi apa-apa tanpa arahan kerja dari alim ulama. Karena setiap keputusan kita, apabila kita meminta pendapat alim ulama maka setiap keputusan itu akhirnya akan ada kebaikan bagi umat,” katanya.

“Tadi saya pertama kali datang ke sana (Pondok) ada anak-anak yang kita, sudah hafal Alquran, maka saya datang ke sana. Mohon doa untuk saya di tempat tugas saya yang baru. Sekarang ini kita mau bikin Pondok Tahfiz, baru mau bikin, tapi ini sudah ada hasilnya yang hafal 30 juz Alquran. Dia selalu mengingatkan kita untuk kerja yang baik,” sambungnya.(*/sdr/msd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed