by

Wali Allah Imam Lapeo Hadir Saat Cicitnya Ceramah di Masjid Tumbu

SULBARONLINE.COM, Topoyo – Kiai muda Ahmad Multazam yang merupakan Cicit langsung Wali Allah KH. Muhammad Tahir, atau tak asing lagi dikenal dengan sebutan Imam Lapeo merasakan kehadirannya saat ceramah di Masjid Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Masjid yang ia tempati berceramah, Selasa (14/01/20) itu memang adalah masjid bersejarah, yang dibangun oleh Karamullah Imam Lapeo saat menyebarkan ajaran islam di tanah Sulawesi Barat, mulai Paku, Kabupaten Polewali Mandar hingga Suremana, Kabupaten Pasangkayu.

Saat Cicit Imam Lapeo Ahmad Multazam membawakan tauziah di hadapan ratusan jemaah majelis dzikir Attahiriyah Imam Lapeo itu, ia meneteskan airkan mata di awal tauziahnya.

Air mata Kiai muda Ahmad Multazam menetes, sebab ia merasakan kehadiran Wali Allah KH. Muhammad Tahir Imam Lapeo di Masjid itu.

“Wali Allah Annanggru Imam Lapeo, saya merasakan kehadirannya di Masjid ini,” ujar Ahmad Multazam yang juga merupaka. Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Mamuju ini.

Dia menyebut, Dzikir Tarekat Syadziliyah yang dia bina ini, adalah tarikat terakhir yang diajarkan oleh ulama besar Imam Lapeo. Selain itu, di hadapan jemaahnya ia oun perpesan, agar merawat peninggalan para ulama seperti bangunan Mesjid tua yang dibangun oleh Imam Lapeo di desa Tumbu maupun di daerah lain.

Poto: Annangguru KH. Muhammad Thahir (Imam Lapeo), salah satu ulama mahsyur di Tanah Mandar.

Ia juga berpesan, bahwa sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, pada ahir zaman itu adalah ummatNya akan menjauhi Ulama, akhirnya mereka akan ditimpa musibah.

“Yang pertama Allah angkat berkah dari rezkinya. Yang ke dua, akan diutus bagi mereka pemimpin yang zalim dan meninggal dunia tidak dalam kategori beriman,” tegas kiai yang populer tiga tahun belakangan ini dan menjadi dambaan masyarakat Sulbar.

Pesan selanjutnya, bahwa belajar islam itu dengan kaffah, yaitu dari segi dzahir dan hakiki.

Kiai muda Ahmad Multazam adalah ketua Wilayah Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Sulawesi Barat (PW MATAN Sulbar). Beliau dikenal ketika berceramah di setiap Masjid menyampaikan dakwah Islam yang hanif (lurus) dan santun.

Selain itu, Multazam juga memiliki pengajian kitab Al-Hikam, kitab klasik yang monumental karangan Ibnu Atha’illah Al-Iskandari yang rutin dilaksanakan. (San).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed