by

Belasan Penyelenggara Pemilu Wafat Saat Tugas, KPU Sulbar Gelar Doa Bersama

SULBARONLINE.COM, Mamuju – Duka mendalam menyelimuti jajaran penyelenggara pemilu di tanah air. Belasan penyelenggara pemilu di tingkat TPS atau KPPS dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas pemungutan dan penghitungan suara di berbagai daerah di Indonesia.

Kelelahan disebut menjadi faktor utama meninggalnya para penyelenggara pemilu tersebut.

Dari belasan korban meninggal, salah satunya adalah petugas TPS di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Korban lainnya dilaporkan merupakan penyelenggara TPS di provinsi Jawa Barat.

Menyikapi kabar duka tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat menggelar doa bersama untuk para korban, Sabtu, (20/04) kemarin.

Doa bersama KPU Sulbar untuk para penyelenggara pemilu digelar di aula kantor KPU Sulbar. Doa bersama dipimpin ketua KPU Sulbar Rustang, diikuti para anggota KPU Sulbar lainnya antara lain; Farhanuddin, Sukmawati dan Adi Arwan.

Tampak hadir juga, plt. Sekretaris KPU Sulbar, Baharuddin. Selain itu, perwakilan peserta pemilu dari partai politik dan LO calon DPD juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Dalam doa bersama yang mengawali kegiatan Bimbingan Teknis Pelaporan Dana Kampanye LPPDK, Rustang mengatakan, pihaknya turut merasakan duka mendalam atas wafatnya para penyelenggara pemilu saat menjalankan tugas.

“Kami mendoakan semoga arwah mereka mendapat tempat terbaik disisi-Nya, mereka rekan – rekan kami yang wafat itu telah berjuang untuk terselenggaranya pemilu dengan baik,” kata Rustang.

Dilansir dari sejumlah media, belasan penyelenggara pemilu di tingkat TPS atau KPPS meninggal dunia saat tengah menjalankan tugas menyelenggarakan pemungutan dan penghitungan suara.

Anggota KPU Sulbar, Farhanuddin menjelaskan, dari data yang diperoleh dari KPU Polewali Mandar, petugas TPS yang meninggal itu adalah Abdul Talib, petugas pengamanan di TPS 8 Lemba- Lembang, Kecamatan Limboro.

Mengutip keterangan KPU Polman, korban wafat saat tengah bertugas mengamankan jalannya penghitungan suara, 18 April 2019 jam 00:10 WITA.

Sebelum wafat, almarhum sejak 16 April 2019 telah bertugas ikut mendirikan TPS, kemudian begadang menjaga logistik pemilu.

“Mereka yang wafat saat bertugas menyelenggarakan pemilu adalah pahlawan demokrasi, semangat dan pengorbanan mereka adalah inspirasi bagi kami untuk terus bekerja menyelesaikan berbagai tahapan pemilu ke depannya,” kata Farhanuddin.

Disamping menggelar doa bersama, Farhan, sapaan akrabnya menyatakan, pihaknya akan menghimpun dana bagi keluarga almarhum.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed